Thursday, December 27, 2012

My note to end 2012



Ok, this will be my last post for 2012.

The resolution I made was indeed happens, I have a boyfriend, then marriage and now I am a wife to a nobble man of Tabanan, they said. But, what's the big deal to become like "me" now? Still me and always me, only the status is different, that's all :)

It was October 10, the "runaway" bride (but not actually like that), the farewell ceremony was October 10, then declared as ceremonial and declared as husband and wife was October 17. And all set and run until now ...

Now, me and my husband now start the preparation of materials for our dream small house (YAY!). It is now our turn to customize anything we want for this to be home.

This December, he bought a sink, a shower block, a toilet, and a cooker (with oven and grill inside, yay!). Using his own money first then I will cover with mine to pay his car reparation. By the end of this year, we’ll source more doors and windows. All thing must set based on his brother’s design.  
Actually we already source some showers, LED TV, some shelf, chairs, etc in Ace Hardware, Depo Bangunan and Mitra 10. 

Then, the next stop? I wonder and hope to continue writing to fill 2013 :) 

2013 resolution? Hmmm ...

Image from GettyImage

Monday, December 13, 2010

Berumah Tangga? Siapa Takut?


Apa yang terjadi jika dua orang wanita dewasa, masih single duduk dan berkumpul bersama? Yang terjadi antara saya dan sahabat yang sudah seperti saudara sendiri, Suci, seorang teman sejawat yang bekerja di pabrik di Tabanan, hanyalah kegilaan - kegilaan kami sebagai seorang single alias lajang.

Dia dan saya benar - benar berbeda. Kedewasaan dia tidak bisa disama-ratakan dengan saya saat ini. Dia jauh lebih dulu dan lebih banyak pengalamannya ketimbang saya. Dia lebih sering menjadi penasihat saya ketimbang sekedar teman curhat. Ada banyak pula apa yang saat ini saya miliki tidak dia miliki, begitu pula sebaliknya.

Hanya saja kesamaan yang kami miliki hanya satu, di usia kami yang kepala 3 sekarang ini, kami sama sekali belum menemukan pasangan hidup.
Apakah karena kami terlalu santai dan menikmati kesendirian kami? Ataukah karena kami sebenarnya takut menjalani hidup berumah tangga?
Bagi dia, kehidupan berumah tangga dengan segala permasalahannya membuatnya tidak siap lahir batin. Sementara bagi saya, itu resiko yang sudah harus dijalani untuk hidup berumah tangga.

Saya tidak tahu bagiamana menggambarkan kehidupan orang berumah tangga sebenarnya. Rekan - rekan di sekitar saya memandang nikmatnya kehidupan berumah tangga itu karena berbagai macam permasalahan muncul setelah meninggalkan kehidupan melajang. Kehidupan berumah tangga muncul karena dua orang beda pandangan/persepsi, beda karakter atau intinta beda sama sekali dari diri kita sendiri sebagai seorang individu.
Semua itu dikumpulkan dalam 1 tempat yang namanya rumah. Masalah itu sebenarnya muncul dari diri mereka sendiri, yang kadang di bumbui oleh faktor external. Bagi saya, jika saya terus memandang hidup berumah tangga sedemikian rumitnya, betapa pengecutnya saya sebagai seorang manusia. Ujian seperti apapun memang harus dijalankan.

Di hadapi dan dipecahkan dan dicari solusinya bersama - sama. Bukankah kehidupan berumah tangga itu adalah tentang kehidupan saling berbagi suka dan duka bersama pasangan masing - masing. Hal inilah yang bagi saya hidup berumah tangga sebenarnya. Setidaknya begitulah dari cara saya memandang dan mendefinisikan hidup berumah tangga itu seperti apa.
Karena untuk mengetahui hal yang lebih benar adalah terlibat langsung, kan?

Ah, kenapa harus susah? Jika semuanya belum apa - apa dipandang rumit, kapan akan menikahnya?
Kembali saya tertawa mengingat dia bicara seperti itu, bahwa dia belum siap untuk menjalani kehidupan berumah tangga dengan segudang konflik seperti itu. Padahal dia sudah dilangkahi 2 orang adik - adiknya. Tapi terlihat enjoy dan masih memandang kehidupan berumah tangga itu seperti itu.

Saya sendiri mungkin saja dihantui ketakutan, karena sebentar lagi akan dilangkahi oleh adik saya, yang rencananya tahun depan akan menikahi pacarnya.
Ah, saya kembali berpikir, biarkan saja dia duluan menikah, toh dia yang lebih dahulu siap menjalaninya. Sementara saya, masih dipandang masih kekanak-kanakan oleh kedua orang tua saya.

Padahal jauh dari dalam diri saya sendiri, apa yang saat ini terlihat diluar (maksudnya diri saya) tidak demikian halnya dengan apa yang saya alami di dalam. Ada perasaan bersalah, bingung campur stress, dan kegelisahan tentang diri saya sendiri. Tentang apa sebenarnya yang saya inginkan dalam hidup saya. Tentang kehidupan seperti apa yang saya mau selanjutnya setelah melajang.
Dan sekian banyak hal bergejolak yang saya sendiri tidak tahu apa jawaban dari semuanya itu.

Apakah benar saya ini terlalu santai dengan hidup saya?
Apakah benar saya sebenarnya takut menjalani hidup berumah tangga seperti yang lain?
Terlalu banyak pertanyaan yang tidak bisa saya temukan jawabannya dan hanya membuat saya semakin pusing dan stress sendiri.
Sudahlah, yang terjadi terjadilah, semuanya adalah jalan dari Tuhan, takdir dari Tuhan, saya hanya berjalan menyusuri jalan itu, menuju kepada pencapaian saya yang sebenarnya dalam hidup ini.

Dalam kegalauan hati saya, beberapa curahan hati pula terekam dalam beberapa puisi dadakan pagi ini, di sudut sanctuary sang nightingale :D

Thursday, December 2, 2010

Hanya Aku dan Pikiranku!


Terlalu banyak hal bercampur baur aduk di kepalaku saat ini. Entah itu soal hari raya, entah soal kerjaan, entah juga soal yang lain - lain, SIAL!

Aku hanya ingin hari raya ini bisa kulalui dengan lancar tanpa aral rintangan seperti 6 bulan sebelumnya, dimana keluarga besar mengalami duka karena meninggalnya Mbah. Mungkin ada semacam trauma yang membuat aku sedikit paranoid. OH NO!

Baru - baru ini Bapak mendapat "serangan" lagi, dan kali ini benar - benar mengarah pada "manusia laknat" itu lagi. Aku berharap selama hari raya karena akan ada piodalan besar di kampung, semoga ketakutan dan kegelisahanku tidak pernah terjadi. GOD PLEASE NO!

Kemudian sebuah rencana kecil yang mesti aku lakukan. Sebenarnya aku sedikit ragu, tetapi aku tidak tahu apakah harus aku lakukan atau tidak? Tapi kata hatiku selalu berkata untuk harus berani dan jangan takut pada apapun. Jadi, memang benar - benar harus dilakukan. JUST BE POSITIVE!

Kemudian, entah apa lagi sekarang, aku benar - benar bingung, susah untuk diungkapkan. Tetapi aku harap waktu bisa menjelaskannya nanti. Semoga pula Tuhan selalu bersamaku dan mendampingiku sehingga aku tidak gentar pada apapun.

Pikiranku sedikit lebih lapang sekarang, semuanya sedikit lebih lowong dan tidak penuh lagi dengan hal - hal yang bercampur baur tadi.

Aku yakin aku bisa, aku yakin kami bisa melalui ini semua, PASTI! THANK YOU GOD, PLEASE BLESS US ALWAYS! :)

Sunday, November 21, 2010

"The Right Man on The Right Place and The Right Man on The Right Job" ... REALLY???


November, makin banyak yang "protes", makin banyak yang curhat tidak bisa menjalankan tugas dengan baik.
Mengapa begitu?

Yang pasti saya kurang tahu, karena alasan yang tepat, hanya mereka yang tahu, bukan saya.

Mereka mendengar berita itu langsung dari HRD, tapi mengapa saya yang dilemparkan pertanyaan, "Kenapa begitu?".

Saya hanya menjawab, "Anda tahu berita itu dari HRD, jadi tanyakan itu pada mereka".

Benar kan? Kenapa malah melempar pertanyaan pada saya yang jelas - jelas tidak tahu alasannya.

Kemudian, seorang kolega baru yang "terpaksa" mengemban tugas ini malah memutuskan untuk berhenti. Kenapa?

Dulu di tempat kerja lama, 6 tahun yang lalu, dia memang pernah bekerja "di depan komputer, tapi dia kemudian malah memilih berhenti dan bekerja di divisi produksi. Kenapa?
Dia tidak tahan beban dan ujian sebagai orang kantoran maka memilih untuk bekerja di produksi yang sifatnya pekerja kasar. Saat dipindahkan ke divisi di office ini, dia justru malah merasa terbebani dan tidak kuat dengan beban yang diemban, padahal dia baru beberapa hari saja mengerjakannya. Dia memilih akan berhenti tapi bos membujuk dia pasti bisa dan nanti akan dibimbing pelan - pelan.

Apakah benar seperti itu?

Saya sering mendengar istilah "The Right Man on The Right Place and The Right Man on The Right Job". Tapi sekian lama bercokol di tempat ini, saya hanya bisa jadi "penonton setia" terhadap sepak terjang orang - orang ini (baca yang "berkuasa dan memiliki wewenang untuk itu"), mempekerjakan "the right man on the wrong job" or "the wrong man on the right job" or "the wrong man on the wrong job", which one is the most probable?
Sebenarnya saya merasa iba dengan teman - teman saya ini (baca orang - orang yang merasa "tertindas"). Entah apa yang membuat mereka "takut" di awal - awal pada tanggung jawab baru ini. Alasan mereka selalu, ya, tidak kuat. Simple :D

Lama - lama saya jadi berpikir, pekerja - pekerja di sini bermental "ketok palu, baru kerja". Prinsipnya, jika ada pekerjaan yang kelewat URGENT, maka "buanglah" sementara pekerjaan yang sedang dikerjakan saat itu, kerjakanlah terlebih dahulu pekerjaan yang URGENT ini.
Dulu saya sama seperti mereka, namun seiring jalannya waktu, saya terkadang memilih "berontak". Ada saja alasan yang saya katakan atau berusaha "Kabur" sementara dari perintah. So what???

Saya tidak melihat dan tidak bisa menduga apa sebenarnya yang ada di benak mereka. Saya mungkin akan berbuat sama seperti teman - teman ini. So what???
Pada akhirnya, you like it or you leave it. Very simple kan? Gitu aja kok repot ... :D

Monday, November 15, 2010

Friend's Collection: Didik Aat

Akhirnya saya memutuskan untuk memuat karya "iseng" (setidaknya begitulah kata - kata yang saya kutip dari sang "penulis") dari salah seorang teman di Friendster.

Hari ini saya "kembali" bertandang ke "teman lama" Friendster dan membaca kembali kiriman - kiriman e-mail "iseng" dari sekian banyak teman. Salah satunya yang Mr. Didik ini. Saya tidak mengenal dia demikian akrab, namun dia memang rajin mengirimkan "karya - karya iseng"nya ini ke teman - teman dia (termasuk saya).

Untuk memuat "karya iseng" ini pun, saya memerlukan waktu sekian lama (hampir setahun) untuk akhirnya saya publish di blog pribadi ini, hanya sebagai tambahan referensi sekedar latihan menulis :D

Collection of Didik AAT bisa dilihat di kategori "Friend's Collection".