Monday, December 13, 2010

Berumah Tangga? Siapa Takut?


Apa yang terjadi jika dua orang wanita dewasa, masih single duduk dan berkumpul bersama? Yang terjadi antara saya dan sahabat yang sudah seperti saudara sendiri, Suci, seorang teman sejawat yang bekerja di pabrik di Tabanan, hanyalah kegilaan - kegilaan kami sebagai seorang single alias lajang.

Dia dan saya benar - benar berbeda. Kedewasaan dia tidak bisa disama-ratakan dengan saya saat ini. Dia jauh lebih dulu dan lebih banyak pengalamannya ketimbang saya. Dia lebih sering menjadi penasihat saya ketimbang sekedar teman curhat. Ada banyak pula apa yang saat ini saya miliki tidak dia miliki, begitu pula sebaliknya.

Hanya saja kesamaan yang kami miliki hanya satu, di usia kami yang kepala 3 sekarang ini, kami sama sekali belum menemukan pasangan hidup.
Apakah karena kami terlalu santai dan menikmati kesendirian kami? Ataukah karena kami sebenarnya takut menjalani hidup berumah tangga?
Bagi dia, kehidupan berumah tangga dengan segala permasalahannya membuatnya tidak siap lahir batin. Sementara bagi saya, itu resiko yang sudah harus dijalani untuk hidup berumah tangga.

Saya tidak tahu bagiamana menggambarkan kehidupan orang berumah tangga sebenarnya. Rekan - rekan di sekitar saya memandang nikmatnya kehidupan berumah tangga itu karena berbagai macam permasalahan muncul setelah meninggalkan kehidupan melajang. Kehidupan berumah tangga muncul karena dua orang beda pandangan/persepsi, beda karakter atau intinta beda sama sekali dari diri kita sendiri sebagai seorang individu.
Semua itu dikumpulkan dalam 1 tempat yang namanya rumah. Masalah itu sebenarnya muncul dari diri mereka sendiri, yang kadang di bumbui oleh faktor external. Bagi saya, jika saya terus memandang hidup berumah tangga sedemikian rumitnya, betapa pengecutnya saya sebagai seorang manusia. Ujian seperti apapun memang harus dijalankan.

Di hadapi dan dipecahkan dan dicari solusinya bersama - sama. Bukankah kehidupan berumah tangga itu adalah tentang kehidupan saling berbagi suka dan duka bersama pasangan masing - masing. Hal inilah yang bagi saya hidup berumah tangga sebenarnya. Setidaknya begitulah dari cara saya memandang dan mendefinisikan hidup berumah tangga itu seperti apa.
Karena untuk mengetahui hal yang lebih benar adalah terlibat langsung, kan?

Ah, kenapa harus susah? Jika semuanya belum apa - apa dipandang rumit, kapan akan menikahnya?
Kembali saya tertawa mengingat dia bicara seperti itu, bahwa dia belum siap untuk menjalani kehidupan berumah tangga dengan segudang konflik seperti itu. Padahal dia sudah dilangkahi 2 orang adik - adiknya. Tapi terlihat enjoy dan masih memandang kehidupan berumah tangga itu seperti itu.

Saya sendiri mungkin saja dihantui ketakutan, karena sebentar lagi akan dilangkahi oleh adik saya, yang rencananya tahun depan akan menikahi pacarnya.
Ah, saya kembali berpikir, biarkan saja dia duluan menikah, toh dia yang lebih dahulu siap menjalaninya. Sementara saya, masih dipandang masih kekanak-kanakan oleh kedua orang tua saya.

Padahal jauh dari dalam diri saya sendiri, apa yang saat ini terlihat diluar (maksudnya diri saya) tidak demikian halnya dengan apa yang saya alami di dalam. Ada perasaan bersalah, bingung campur stress, dan kegelisahan tentang diri saya sendiri. Tentang apa sebenarnya yang saya inginkan dalam hidup saya. Tentang kehidupan seperti apa yang saya mau selanjutnya setelah melajang.
Dan sekian banyak hal bergejolak yang saya sendiri tidak tahu apa jawaban dari semuanya itu.

Apakah benar saya ini terlalu santai dengan hidup saya?
Apakah benar saya sebenarnya takut menjalani hidup berumah tangga seperti yang lain?
Terlalu banyak pertanyaan yang tidak bisa saya temukan jawabannya dan hanya membuat saya semakin pusing dan stress sendiri.
Sudahlah, yang terjadi terjadilah, semuanya adalah jalan dari Tuhan, takdir dari Tuhan, saya hanya berjalan menyusuri jalan itu, menuju kepada pencapaian saya yang sebenarnya dalam hidup ini.

Dalam kegalauan hati saya, beberapa curahan hati pula terekam dalam beberapa puisi dadakan pagi ini, di sudut sanctuary sang nightingale :D

No comments:

Post a Comment