Sunday, November 14, 2010

"EVERY LAST MINUTE"


Ada hal yang selalu saya tidak suka di bidang ini yaitu semuanya selalu serba "every last minute"

"Every last minute" everything could change
"Every last minute" everything should change

Semua pekerjaan bisa dikerjakan dengan "sangat ajaib" di menit - menit akhir
Semua pekerjaan bisa berubah dan diselesaikan dengan "sangat ajaib" di menit - menit akhir

Gosh! Do they have better planning job for their own then applied to the workers? Hell NO!

Padahal jika di rumah, biasanya saya selalu di doktrin supaya mengerjakan segala sesuatunya harus dengan sebuah perencanaan dari jauh - jauh hari. Pekerjaan apapun, sebaiknya disiapkan dari jauh - jauh hari supaya kelak tidak akan ada yang tertinggal atau bahkan kelupaan.

Namun, di sini, keadaan yang saya biasa temukan di rumah, 180 derajat benar - benar berubah. Tidak jarang dengan situasi serba mendadak seperti ini, malah membuat saya semakin gugup dan pekerjaan pun tidak maksimal dan bahkan sering salah. Saya buka tipe "grasa-grusu" dalam melakukan pekerjaan.

Mengapa ada budaya kerja seperti itu, ya?

Walaupun sudah hampir 6 tahun, dan hidup dengan situasi seperti ini, tetap membuat saya harus "terpaksa" tahan mental. OH NO!

No comments:

Post a Comment